Hunting for Tolerance

Sering Dianggap Sama, Padahal Kanker dan Tumor itu Berbeda Lho

Tidak jarang orang-orang mendengar kata kanker dan juga tumor. Yaps, kanker dan tumor itu merupakan penyakit yang bisa dibilang sangat berbahaya. Penyakit ini mirip tapi jelas berbeda. Sering sekali kita mendengar istilah penyakit tersebut, tetapi hanya sedikit orang saja yang benar-benar memahami apa perbedaan antara kanker dan tumor itu. Banyak orang yang menganggap bahwa tumor itu kanker, ataupun sebaliknya. Nah, diartikel kali ini kita akan membahas tentang perbedaan dari kanker dan tumor. Pastinya pada penasaran, bukan? Sebelum kita membahas itu, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu kanker dan juga tumor. Simak ulasan berikut ini…

Apa itu Tumor?

Tumor adalah jenis pembengkakan yang disebabkan oleh adanya inflamasi atau peradangan serta pertumbuhan jaringan yang abnormal di dalam tubuh. Tipe tumor berdasarkan pertumbuhannya dapat dibedakan menjadi tumor ganas (malignant tumor) dan tumor jinak (benign tumor). Nah, tumor ganas ini sering juga disebut bersifat kanker. Tumor jinak menjadi ganas kemungkinan bisa saja terjadi, tetapi sangat jarang, biasanya terjadi pada tumor yang sudah terlalu lama dan besar. Misalnya Fam (Fibroadenoma mamma), tumor jinak payudara yang bila dibiarkan bertahun-tahun bisa berubah menjadi ganas, ini dikenal sebagai Progressi, persentase yang kemungkinannya kira-kira hanya 0,5%-1% saja.

Sebagai contoh, jika perempuan berumur 20 tahun memiliki tumor di payudaranya, maka tumor itu kemungkinannya adalah tumor jinak. Namun, jika perempuan berusia 70 tahun memiliki tumor payudara, maka tumor itu kemungkinannya adalah tumor ganas. Yaps, tumor itu disebabkan oleh mutasi DNA di dalam sel. Akumulasi dari mutasi-mutasi tersebut menyebabkan munculnya tumor. Sebenarnya sel kita memiliki mekanisme perbaikan DNA (DNA repair) dan mekanisme lainnya yang menyebabkan sel merusak dirinya dengan apoptosis jika kerusakan DNA sudah terlalu berat. Apoptosis adalah proses aktif kematian sel yang ditandai dengan pembelahan DNA kromosom, kondensasi kromatin, serta fragmentasi nukleus dan sel itu sendiri. Mutasi yang menekan gen untuk mekanisme tersebut biasanya dapat memicu terjadinya kanker.

Faktor Penyebab Tumor

  • Faktor dari keturunan
  • Kelainan genetika
  • Kebiasaan mengkonsumsi minuman keras
  • Obesitas
  • Akibat dari polusi udara
  • Pancaran sinar matahari berlebihan secara langsung
  • Akibat radiasi

Apa itu Kanker?

Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh ketidakteraturan perjalanan hormon yang mengakibatkan tumbuhnya daging pada jaringan tubuh yang normal atau sering dikenal sebagai tumor ganas. Selain itu gejala ini juga dikenal sebagai neoplasma ganas dan seringkali ditandai dengan kelainan siklus sel khas. Penyakit ini sering dikenal oleh masyarakat sebagai tumor, padahal tidak semuanya adalah kanker. Tumor adalah segala benjolan tidak normal dan terbagi dalam 2 golongan, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Kanker adalah istilah umum untuk semua jenis tumor ganas. Penyakit ini dapat menimpa semua orang, pada setiap bagian tubuh dan pada semua gologan umur, namun lebih sering menimpa orang yang berusia 40 tahun.

Umumnya sebelum kanker meluas atau merusak jaringan di sekitarnya, penderita tidak merasakan adanya keluhan ataupun gejala. Bila sudah ada keluhan atau gejala, biasanya penyakitnya sudah lanjut. Kanker menyebabkan banyak gejala yang berbeda, tergantung pada lokasi dan karakter keganasan, serta ada tidaknya metastasis. Diagnosis biasanya membutuhkan pemeriksaan mikroskopik jaringan yang diperoleh dengan biopsi. Setelah didiagnosis, kanker biasanya dirawat dengan operasi, kemoterapi atau radiasi.

Kebanyakan kanker menyebabkan kematian. Berdasarkan dari Badan Kesehatan Dunia – WHO, tahun 2015, tidak kurang dari 8,8 juta manusia meninggal dunia karena penyakit ini. Data tersebut menunjukkan bahwasanya penyakit ini menjadi salah satu dari enam penyakit paling mematikan yang mempengaruhi tingkat mortalitas dunia. Walaupun begitu, 30 hingga 50% dari penyakit ini bisa dicegah. Salah satu caranya adalah dengan memberikan informasi dan dukungan untuk menerapkan gaya hidup sehat.

Faktor Penyebab Kanker

  • Usia diatas 40 tahun
  • Rusaknya kromosom anti onkogen yang dapat mengendalikan pertumbuhan
  • Keturunan
  • Lingkungan yang tercemar seperti sinar matahari yang berlebih menyerang langsung pada tubuh
  • Radikal bebas dan radiasi
  • Stres
  • Gangguan keseimbangan hormonal
  • Kebiasaan pola dan gaya hidup yang burul seperti merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol

Mirip tapi Berbeda, itulah Kanker dan Tumor

Tidak semua tumor itu adalah kanker dan begitu pun sebaliknya. Pada dasarnya, tumor adalah pertumbuhan sel yang tidak normal pada bagian tubuh tertentu. Tumor terjadi jika sel-sel tubuh membelah dan tumbuh secara berlebihan. Apabila pertumbuhan sel tersebut hanya terjadi pada bagian tubuh tertentu dan tidak menyebar, maka hal tersebut adalah tumor jinak. Sementara sel tumor yang menyebar ke bagian tubuh lain disebut dengan tumor ganas atau kanker. Yaps, kanker atau tumor ganas adalah hal yang sama, yaitu pertumbuhan sel tubuh yang tidak normal dan bersifat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Keduanya memang terlihat mirip namun berbeda dalam beberapa hal.

Tidak Semua Tumor adalah Kanker

Penting untuk diketahui bahwa tidak semua tumor akan menjadi kanker. Tumor yang jinak hanya membuat benjolan pada satu area tubuh. Namun, pada kasus tumor yang ganas, mereka tidak terkontrol dan menjadi banyak dan tersebar ke seluruh tubuh dalam waktu yang cepat (dalam hal ini disebut kanker). Sama seperti tidak semua tumor akan menjadi kanker, kanker juga tidak selalu diawali oleh tumor. Contohnya pada kasus kanker darah, tidak terjadi tumor darah terlebih dahulu. Tumor mungkin saja bisa berubah menjadi kanker. Sedangkan kanker adalah kondisi dimana sel bertumbuh secara tidak normal dan tidak terkontrol. Ketika melihat ada tumor, biopsi akan menjadi langkah yang sangat penting untuk melihat apakah pertumbuhan tumor tersebut jinak atau ganas.

Persamaan Tumor dan Kanker

  • Asal Muasal

Baik tumor maupun kanker, keduanya berasal dari sel yang mengalami perubahan struktur genetika atau biasa disebut dengan mutasi.

  • Ciri Fisik

Bukan hanya tumor, kanker juga dapat menimbulkan pembengkakan pada jaringan tubuh. Memang tidak disemua kasus, contohnya pada kanker darah dimana tidak terjadi pembengkakan. Namun, keduanya bersifat merusak.

  • Identifikasi

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa perlu adanya pemeriksaan mengenai hal ini. Oleh karena itu, untuk mengidentifikasi perkembangan sel tumor ataupun kanker dapat dilakukan melalui metode biopsi.

  • Pemicu

Pemicu Tumor dan kanker tidak jauh berbeda. Tumbuhnya tumor ini terjadi ketika produksi normal sel-sel di jaringan tertentu berhenti, kemudian sel normal tidak dapat lagi berfungsi dengan sebagaimana mestinya, akhirnya terjadilah apoptosis (kondisi dimana ketika sel-sel tertentu tidak mati sesuai dengan waktunya karena perhentian pesan yang dikirimkan oleh gen p53). Namun dari faktor eksternal, terjadinya tumor dapat di picu oleh gaya hidup seperti mengkonsumsi alkohol dan merokok. Selain itu obesitas, faktor genetis, faktor lingkungan, radiasi, dan zat-zat kimia juga dapat menjadi pemicunya.

Sementara itu, kanker disebabkan oleh hilang atau rusaknya kromosom anti onkogen yang dapat mengendalikan pertumbuhan. Kemudian pada usia yang lebih tua, biasanya pertumbuhan neoplasma sering terjadi karena tidak ada kendali yang efektif, lalu terjadinya perubahan DNA seperti mutasi atau kerusakan sel DNA. Sama seperti tumor, hal ini juga bisa dipacu dari pengaruh eksternal yaitu pola hidup yang tidak sehat seperti terlalu sering mengkonsumsi junk food, kurang olahraga, radiasi, dan merokok.

  • Sasaran

Tumor dan Kanker dapat tumbuh dan berkembang di jaringan tubuh mana saja dan dapat menyerang semua golongan usia serta jenis kelamin.

Nah, dari penjelasan di atas terkait dengan tumor dan kanker maka bisa kita simpulkan mengenai perbedaan tumor dan kanker. Ingin tahu apa saja perbedaannya? Baca terus yaaaa…

Perbedaan Tumor dan Kanker

Tumor:

  • Tumor berbentuk benjolan yang mempunyai selaput atau kantung yang menyelimutinya.
  • Sel tumor memiliki bentuk yang sama seperti sel pada awalnya.
  • Tidak merusak jaringan lainnya, namun hanya saja dapat bertambah besar.
  • Pertumbuhan relatif lambat
  • Cara penanganannya dengan cara tindakan operasi untuk mengangkat benjolan beserta selaputnya.

Kanker:

  • Terdapat benjolan namun tidak berselaput
  • Sel kanker memiliki bentuk yang berbeda dengan sel awalnya
  • Bertambah besar dengan merusak jaringan disekitarnya
  • Perkembangan atau penyebarannya sangat cepat
  • Sel kanker dapat lepas melalui peredaran darah dan kelenjar limfe kemudian tumbuh di organ lainnya (menyebar)
  • Tindakan operasi dilakukan hanya mengangkat benjolan yang terlihat dan tidak bisa menangani dengan tuntas
  • Masih menjalani proses kemoterapi, radiasi, terapi dan lain sebagainya untuk mematikan penyebaran sel kanker yang larut dalam aliran darah dan kelenjar limfe.

Cara Mengobati Kanker dan Tumor

Ada berbagai banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mengobati penyakit tumor dan kanker. Perkembangan teknologi belakangan ini menimbulkan munculnya varian-varian baru praktek penyembuhan kanker. Jika sekarang Anda sudah menderita kanker, maka tinggal pilih saja. Mau operasi, suntik cairan, penyinaran atau dengan obat alami. Semua ada caranya. Namun jika sekarang Anda belum atau tidak mau terkena serangan kanker dan tumor, maka kami tetap menganjurkan Anda untuk melakukan pencegahan sejak dini. Anda tidak perlu menunggu sampai benar-benar terserang kanker untuk secara serius peduli pada kesehatan. Menurut kami, mencegah tetap lebih baik daripada mengobati.

Berbagai hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya tumor dan kanker. Anda bisa memperbaiki gaya hidup, pola makan dan menghindari sesuatu hal yang bisa memicu terjadinya tumor dan kanker. Anda juga bisa gunakan obat atau kapsul alami kanker jenis herbal untuk melakukan pencegahan. Obat herbal bersifat alami dan diterima tubuh sebagai makanan atau suplemen, jadi sama sekali tidak berbahaya jika digunakan dalam waktu yang sangat panjang, bahkan sampai seumur hidup sekali pun. Namun, untuk memastikan keamanan, Anda sebaiknya melakukan konsultasi dengan Herbalis terlebih dahulu. Untuk pencegahan, sama sekali tidak dianjurkan untuk menggunakan obat-obatan jenis kimia karena bisa berefek merusak ginjal. Obat kimia biasanya digunakan untuk pengobatan tumor dan kanker yang sangat parah dengan stadium tertentu. Itu pun tidak untuk konsumsi yang sangat lama. Harus segera dihentikan apabila kanker sudah sembuh.

Beberapa obat kanker kimia yang biasa digunakan untuk tumor dan kanker adalah jenis Tamoxifen. Biasanya, obat ini harus diminum setiap hari. Namun, pada orang-orang yang beresiko tinggi kanker nya dapat kambuh kembali. Fulvestrant, biasanya berbentuk cairan yang disuntikkan rutin sebulan sekali dan hanya diberikan pada wanita pasca menopause dengan kanker payudara stadium lanjut. Aromatase inhibitor, biasanya diminum setiap hari untuk menghentikan tubuh dari pembuatan estrogen. Biasanya diberikan pada wanita menopause. Kebanyakan obat kanker itu relatif masih sangat mahal dan bukan tanpa efek samping.

Anda juga bisa gunakan obat jenis herbal untuk mengobati tumor dan kanker secara alami. Jika obat herbal telah melalui proses pengkhususan fungsi dengan jalan ekstraksi serta beberapa uji, efektifitas pengobatan kanker dengan jalan herbal tidak kalah dengan obat jenis kimia. Keunggulan lain dari obat tumor dan kanker jenis herbal ini adalah bisa digunakan secara mandiri atau digabungkan dengan jenis pengobatan yang lain semisal kemoterapi, operasi dan lain sebagainya. Obat herbal ini mampu bersinergi dengan baik untuk meningkatkan kualitas penyembuhan.

Well, jadi itulah perbedaan tumor dan kanker yang dapat Anda ketahui dengan mudah. Dan dari penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa tidak semua penyakit tumor itu adalah kanker, oleh karna itu kita tidak boleh mengambil kesimpulan terlalu cepat, bila seketika nanti menemukan benjolan asing di tubuh kita. Sebaiknya, jika Anda ingin mengetahuinya secara pasti tentang benjolan tersebut, baiknya Anda periksakan langsung ke dokter.