Hunting for Tolerance

Jejak Dinosaurus Yang Ditemukan di Skotlandia Mengungkapkan Rahasia Periode Mid-Jurassic

Sekelompok arkeolog berhasil menemukan puluhan jejak kaki dinosaurus prasejarah di Pulau Isle of Skye, Skotlandia. Jejak kaki tersebut membawa kita kembali ke 170 juta tahun yang lalu, yaitu era Middle Jurassic, jangka waktu yang telah menghasilkan sedikit catatan fosil. Situs langka ini ditemukan di Rubha nam Brathairean (atau Brothers ‘Point) di Isle of Skye, dan berisi sekitar 50 jejak kaki dinosaurus yang terawat. Para peneliti yakin kawasan Pulau Isle of Skye merupakan habitat dinosaurus di masa lalu. Temuan ini juga membantu para peneliti dalam mengungkap periode Middle Jurassic.

Penelitian yang dipublikasikan di Scottish Journal of Geology ini, dilakukan oleh para peneliti gabungan dari University of Edinburgh dan Chinese Academy of Sciences. Mereka percaya bahwa jejak kaki itu ditinggalkan oleh dua jenis dinosaurus. Yang satu adalah sauropoda yang memiliki bentuk berleher panjang, yang merupakan hewan terbesar di bumi selama waktu itu. Hewan ini mencapai hingga 15 meter panjangnya, beratnya lebih dari 10.000 pon dan dianggap bagian dari Brontosaurus. Dinosaurus jenis lain yang yang sering mengunjungi daerah itu mungkin theropoda, yang dikenal dengan gigi tajamnya dan yang berjalan dengan kaki belakangnya sehingga dikategorikan seperti Tyrannosaurus Rex, berkumpul di sekitar tempat yang dulunya merupakan laguna dangkal.

Nah, sebelum kita lanjut ke inti yang akan dibicarakan di artikel ini, ada baiknya terlebih dahulu kita mengetahui tentang dinosaurus jenis sauropa dan juga theropa. Pastinya pada penasaran, bukan? Yuk, langsung aja kita baca ulasannya di bawah ini…

Sauropoda

Sauropoda adalah infraordo dinosaurus saurischia. Mereka memiliki leher yang amat panjang, ekor yang panjang, kepala yang kecil (bila dibandingkan dengan ukuran tubuh secara keseluruhan), kaki yang tebal dan berbentuk seperti pilar, serta gigi yang seperti pasak. Fosil-fosil sauropoda telah ditemukan di setiap benua, termasuk Antartika.

Mereka dikenal karena beberapa spesiesnya memiliki ukuran yang besar. Di dalam kelompok ini terdapat beberapa hewan terbesar yang pernah ada di Bumi. Beberapa genus dalam spesies ini yang banyak dikenal oleh khalayak luas adalah Brachiosaurus, Diplodocus, Apatosaurus dan Brontosaurus.

Saurapoda pertama kali muncul pada periode Trias Akhir. Kemungkinan mereka adalah keturunan Prosauropoda.

Pada periode Jura Akhir (sekitar 150 juta tahun yang lalu), sauropoda telah tersebar luas di dunia (terutama diplodocid dan brachiosaur). Pada periode Kapur Akhir, kelompok ini telah digantikan oleh titanosaurus. Seperti dinosaurus lainnya (kecuali burung), titanosaurus pada akhirnya mengalami kepunahan akibat peristiwa kepunahan Kapur-Paleogen.

Dan yang perlu kalian ketahui, bahwa Nama Sauropoda dicetuskan oleh O.C. Marsh pada tahun 1878.

Theropoda

Theropoda (/θᵻˈrɒpoʊdə/, dari bahasa Yunani yang berarti “kaki binatang”) adalah salah satu kelompok dinosaurus. Theropoda umunya adalah karnivora, meskipun sejumlah kelompok theropoda berkembang menjadi herbivora, omnivora, dan insektivora. Theropoda pertama kali muncul pada periode Triassic akhir 231.400.000 tahun yang lalu dan termasuk karnivora darat tunggal besar dari Awal Jurassic sampai periode Kapur sekitar 66.000.000 tahun lalu. Pada periode Jurassic, burung berevolusi dari coelurosaurian theropoda, dan hari ini diwakili oleh 10.000 spesies hidup.

Spinosaurus adalah Theropoda terbesar dengan ukuran 6 meter lebih panjang dan 1 ton lebih berat dari Tyrannosaurus (T-Rex). Theropoda terbesar saat ini adalah burung unta, dengan tinggi 2,74 m dan berat antara 63,5 dan 145,15 kg. Sedangkan Theropoda terkecil adalah troodontid Anchiornis huxleyi, dengan berat 110 gram dan panjang 34 cm.

Baru baru ini sebuah teori mengusulkan bahwa ukuran tubuh Theropoda terus menyusut selama 50 juta tahun terakhir, dari rata-rata 163 kilogram menjadi 0,8 kilogram, akhirnya berkembang menjadi burung modern. Hal ini didasarkan pada bukti bahwa theropoda adalah satu-satunya dinosaurus yang dapat terus menerus lebih kecil, dan bahwa kerangka mereka berubah empat kali lebih cepat dari spesies dinosaurus lainnya.

Hampir semua Theropoda diketahui adalah bipedal yaitu dengan lengan depan lebih pendek dari kaki belakang. Beberapa Theropoda berdiri tegak seperti Bebek dan lainya berdiri lebih mendatar seperti Angsa.

So, udah pada tau kan mengenai dinosaurus jenis sauropoda dan juga theropo? Nah, jika kalian ingin mengetahui lebih lanjut tentang jenis jenis dinosaurus tersebut, kalian bisa cari di berbagai sumber. Okey saatnya kita kembali ke inti permasalahan di artikel ini, baca terus guys….

Ahli paleontologi Universitas Edinburg, Stephen Brusatte, turut menulis penelitian ini dan berpikir bahwa kunci utama penemuan ini adalah apa yang dikisahkannya tentang interaksi dinosaurus. “Kami benar-benar melihat dinosaurus ini berinteraksi satu sama lain dan berinteraksi dengan lingkungan mereka,” kata Brusatte.

Namun, pada awal 1900-an, ahli peleontologi hanya melihat dinosaurus berleher panjang ini sebagai hewan pemakan rumput yang hidup di sekitar rawa-rawa. Pergerakan mereka terbatas karena ukuran tubuh mereka yang sangat besar.

Paige dePolo, pemimpin studi tersebut, menjelaskan bahwa penelitian ini menunjukkan bagaimana sauropoda berada jauh lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.

“Lokasi ini adalah penemuan kedua jejak kaki sauropoda di Skye,” kata dePolo. “Ditemukan di bebatuan yang sedikit lebih tua dari yang sebelumnya ditemukan di Duntulm di pulau dan menunjukkan keberadaan sauropoda di bagian dunia ini melalui skala waktu yang lebih lama daripada yang diketahui sebelumnya.”

Penemuan ini dipuji karena dapat menceritakan kepada kita tentang Periode Jurasik Tengah, khususnya, waktu yang penting dalam evolusi dinosaurus ketika tyrannosaurus pemakan daging dan burung pertama muncul. Temuan itu dibuat di Titik Brothers di pantai timur laut Pulau Skye. Meskipun sekarang ini merupakan kumpulan punggung bukit yang berbatu dan pantai berbatu yang menakjubkan, daerah ini biasanya menjadi subtropis di zaman dinosaurus, dengan laguna dan sungai.

Trek itu sendiri ditemukan oleh mahasiswa pascasarjana Dr. Brusatte, Davide Foffa pada tahun 2016 saat dalam perjalanan ke pulau itu. Untuk melihat lebih dekat, para ilmuwan menggunakan drone untuk memotret dan memetakan area tersebut.

Lalu, apa selanjutnya yang akan dilakukan oleh para peneliti tersebut? Yaps, ternyata para peneliti tersebut berencana untuk menjelajahi pulau itu untuk jejak kaki yang lebih besar. Simak ulasan nya di bawah ini…

Diperlukan Penelitian Lebih Lanjut untuk Mengetahui Perilaku Dinosaurus

Seperti yang sudah kita bahas di atas tadi, bahwa salah satu jejak kaki tersebut diketahui berukuran sebesar ban mobil dan itu diyakini milik dinosaurus jenis sauropoda. Menurut Brusatte, dinosaurus jenis ini memiliki bobot lebih dari 10 ton dan panjang 15 meter.

Adapun, penemuan jejak kaki dinosaurus jenis theropoda di laguna, yang berjarak agak jauh dari kumpulan jejak sauropoda, adalah tanda bahwa pemakan daging mungkin berkeliaran di area tersebut ketika tidak sedang berburu.

“Hal unik nya adalah bahwa dinosaurus pemakan daging sangat jarang berkeliaran di kawasan pesisir, karena mereka tidak menyukai iklim yang lebih hangat,” ujar Brusatte.

“Ini akan menjadi lingkup penelitian baru kami, tentang kehidupan di era mid-Jurrasic, ketika mulai terjadi tanda perubahan iklim yang memengaruhi ekosistem dinosaurus,” lanjutnya menjelaskan.

Brusatte menyarankan lebih banyak penelitian di Isle of Skye, untuk lebih memahami perilaku dinosaurus selama periode mid-Jurassic. “Setiap fosil baru adalah petunjuk tentang sejarah kuno, kita perlu menemukan lebih banyak lagi,” katanya.

Well, itulah sedikit penjelasan mengenai Jejak Dinosaurus Yang Ditemukan di Skotlandia Mengungkapkan Rahasia Periode Mid-Jurassic, yang dikutip dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat….

You might also like