Hunting for Tolerance

Amazing! 100% Seluruh Fasilitas Apple Menggunakan Energi Terbarukan

Tak hanya ingin menjadi pemenang dalam kompetisi antar raksasa teknologi, Apple ternyata juga ingin menjadi yang terdepan dalam kompetisi fasilitas paling ramah lingkungan. Mengapa dikatakan sedemikian? Karena, raksasa teknologi Amerika Serikat Apple awal pekan ini memastikan bahwa pihak perusahaan telah mencapai tujuannya untuk membuat semua fasilitas perusahaan dipasok dengan energi terbarukan. Energi terbarukan ini mencakup semua pusat data, kantor dan toko ritel di 43 negara. Termasuk diantaranya adalah negara Amerika Serikat, Tiongkok, Inggris dan India. Perusahaan juga mencatat bahwa untuk manufakturnya, Apple sudah menerima komitmen dari 23 mitranya (termasuk Pegatron dan Quanta Computer) untuk memproduksi produk Apple mereka dengan energi terbarukan seperti turbin angin dan energi surya. Itu artinya seluruh 23 suplier telah melaksanakan janjinya menggunakan listrik ramah lingkungan.

Sebuah cerita mendalam yang diterbitkan di Fast Company melaporkan bagaimana pengumuman Apple itu merupakan hasil dari upaya agresif perusahaan selama bertahun-tahun untuk mengurangi jejak lingkungan dari pusat data raksasa, seperti yang ada di Reno, Nevada yang menjadi tuan rumah Siri dan iCloud, ke fasilitas yang lebih kecil di tempat yang lebih terpencil.

Seiring dengan kampus, Apple memiliki 25 proyek energi terbarukan yang beroperasi di seluruh dunia yang dapat menghasilkan kapasitas total 626 megawatt. Disebutkan ada 286 megawatt pembangkit panel surya sudah beroperasi sejak tahun lalu, dan memiliki 15 proyek lagi dalam konstruksi. Setelah selesai, Apple akan memiliki 1,4 gigawatts energi terbarukan yang bersih di 11 negara.

Pernyataan Apple mencatat bahwa “sejak 2011, semua proyek energi terbarukan Apple telah mengurangi emisi gas rumah kaca (CO2e) sebesar 54 persen dari fasilitasnya di seluruh dunia dan mencegah hampir 2,1 juta metrik ton CO2e memasuki atmosfer.” Tak hanya itu, Markas baru perusahaan itu, Apple Park di Cupertino, California, beroperasi dengan energi terbarukan, termasuk proyek panel surya atap 17 megawatt dan 4 megawatt sel bahan bakar biogas. Nah, di bawah nantinya kita akan ngebahas tentang Apple Park, baca terus guyss…

Sebagai bagian dari upaya itu, Apple mempekerjakan mantan administrator EPA Lisa Jackson sebagai Wakil Presiden untuk urusan lingkungan, kebijakan dan sosial pada 2013.

“Kita tidak mengeluarkan lebih banyak dibandingkan yang seharusnya. Kita ingin melihat manfaat yang meningkat pada pasar energi bersih yang kompetitif,” papar Lisa Jackson. “Kami melihat ada keuntungan tersendiri dari naiknya sektor energi terbarukan yang kompetitif,”.

Klaim Apple untuk menjadi 100 persen terbarukan tampaknya menjadi salah satu yang dicapai tanpa memanfaatkan celah, menurut Sullivan. Dia menjelaskan bahwa salah satu cara perusahaan dapat mengklaim mereka menjadi hijau tanpa benar-benar melakukannya adalah melalui proses yang disebut “greenwashing”. Ini terjadi ketika sebuah perusahaan membeli Sertifikat Energi Terbarukan, mata uang yang dapat diperdagangkan yang mewakili bukti bahwa 1 megawatt-jam listrik dihasilkan dari sumber energi terbarukan, dan yang penting, dapat dibeli secara terpisah dari energi yang sebenarnya.

“Jadi juga mungkin bagi konsumen berkekuatan besar untuk hanya membeli Rekaman dan bukan kekuatan dari proyek energi terbarukan dan menggunakannya untuk mengimbangi penggunaan energi kotor di salah satu fasilitasnya sendiri. Fasilitas itu mungkin berada di bagian dunia yang berbeda dari proyek energi terbarukan yang menghasilkan daya yang diwakili oleh REC”.

Namun, Apple tampaknya menyimpan Rekamannya “terkait erat dengan energi yang sebenarnya.”

“Saya tidak mengetahui perusahaan lain yang menggunakan ketegasan yang sama untuk memastikan kekuatan bersih yang mereka investasikan atau beli berada di jaringan regional di mana itu digunakan,” kata Jackson.

Beberapa orang melihat pencapaian tersebut sebagai peningkatakan standar untuk bagaimana organisasi dapat mengadopsi praktik lingkungan yang ambisius.

“Perusahaan seperti Apple dan Google benar-benar menetapkan standar emas untuk cara pemerintah dan entitas perusahaan harus melaksanakan tujuan terbarukan mereka,” Kevin Jones, direktur Institut Energi dan Lingkungan di Vermont Law School, mengatakan kepada Fast Company. “Mereka bergerak maju dalam hal ini dengan menandatangani perjanjian pembelian daya awal dan menyimpan Rekaman yang dibundel dengan benar.”

Di masa depan, Apple berharap untuk menghentikan penambangan mineral langka di bumi untuk digunakan dalam pembuatan iPhone.

“Seiring pasar terus berkembang, saya tidak melihat apa pun yang akan menghentikan lintasan menuju energi karbon-rendah di seluruh dunia,” kata Jackson. “Pada titik tertentu, Anda hanya akan melihat negara-negara melakukannya.”

Well, seperti yang sudah dikatakan di atas tadi, bahwa kita akan ngebahas sediikit tentang Apple Park. Pasti pada penasarankan apa itu sebenarnya? Simak ulasannya di bawah ini…

Hal yang Wajib Diketahui tentang Apple Park

Apple akhirnya resmi memberikan nama buat gedung kampus keduanya yang saat ini sedang ditunggu-tunggu penyelasaian pembangunannya, yang kini dalam proses pengerjaan tahap akhir. Bukan Apple Campus 2 seperti selama ini disebut, mereka menamakannya Apple Park. Apple Park merupakan markas besar baru Apple yang bakal dijadikan kantor pusatnya usai menggantikan kantor pusat lamanya di Infinite Loop.

Dalam siaran persnya, Apple mengatakan bakal mulai menggunakan Apple Park pada bulan April mendatang dengan proses pemindahan lebih dari 12.000 pegawai sehingga membutuhkan waktu hingga musim Panas tahun ini. Nah, Apple Park tentunya menyimpan banyak informasi menarik yang wajib kamu ketahui, termasuk lokasi, biaya konstruksi, luas area dan bangunan, fasilitas-fasilitas yang berada di sekitarnya serta jadwal rampungnya. Berikut hal-hal yang harus Anda ketahui:

1. Jadwal Rampung

Apple Park tidak lama lagi bakal segera selesai dibangun. Apple mengumumkan bahwa apple park akan segera siap digunakan para pegawai pada awal kuartal kedua atau sekitar bulan April mendatang. Sementara itu proses pemindahan lebih dari 12.000 pegawainya membutuhkan waktu hingga musim Panas tahun ini.

2. Biaya Konstruksi

Dana pembangunan Apple Park terbilang sangat fantastis. Apple diperkirakan menggelontorkan dana buat membangun Apple Park sebesar AS$5 miliar atau lebih dari Rp 65 triliun. Biaya tersebut termasuk biaya pembelian lahan mencapai AS$160 juta.

3. Luas Area dan Kantor

Sebagai mega proyek, area di mana Apple Park berdiri sangat luas buat menampung hingga belasan ribu pegawai. Secara keseluruhan, luas areanya mencapai 70,82 hektar. Sementara gedung kantor di Apple Park yang memiliki empat lantai memiliki luas 2,8 juta kaki persegi atau 853.440 meter persegi.

4. Pakai 100% Energi Ramah Lingkungan

Apple mengklaim bahwa Apple Park bakal menjadi bangunan paling hijau di muka bumi. Pasalnya, semua kegiatan operasional di Apple Park seluruhnya bakal menggunakan energi terbarukan. Energi terbarukan tersebut didapatkan dari rangkaian panel surya yang dipasang di atap gedung Apple Park. Panel surya tersebut mampu menghasilkan listrik sebesar 17 megawatt.

5. Auditorium

Tidak hanya membangun gedung perkantoran saja, Apple juga membangun sebuah auditorium yang dinamakan dengan Steve Jobs Theatre di sekitar Apple Park. Nama tersebut diambil dari nama pendirinya, Steve Jobs, sebagai penghormatan. Steve Jobs Theatre yang berada di atas bukit tertinggi di Apple Park dilengkapi dengan atap berbentuk bentuk silinder raksasa dengan tangga menuju ke bawahnya. Auditorium ini juga dilengkapi dengan 1.000 kursi buat menampung para tamu yang hadir saat pengumuman produk baru.

6. Perusahaan Arsitek

Apple mempercayakan proyek pembangunan Apple Park pada perusahaan arsitek asal Inggris, yaitu Foster and Partners. Perusahaan arsitek yang dipimpin oleh Lord Norman Foster ini terkenal sudah membangun banyak gedung dengan arsitektur kaca dan metal di seluruh dunia.

7. Fitness Center

Fasilitas menarik yang dihadirkan Apple adalah fitness center. Berlokasi di bagian barat laut Apple Park, pusat kebugaran ini memiliki luas mencapai 100.000 kaki persegi atau 30.480 meter persegi dengan biaya pembangunan diperkirakan mencapai AS$75 juta. Dengan seluas itu, fitness center yang dilengkapi peralatan gym lengkap seperti kamar ganti, kamar mandi dan lain sebagainya, ini diklaim bisa melayani 20.000 pegawai di sekitaran Cupertino.

8. Taman

Sebagai bangunan ramah lingkungan, Apple Park tak lengkap rasanya tanpa lahan hijau di sekitarnya. Oleh karena itu, Apple bakal mengalokasikan 80 persen lahan di sana sebagai ruang hijau begitu kampus barunya ini selesai dibangun. Apple kabarnya bakal menanam sebanyak 8.000 pohon yang terdiri dari 309 spesies. Lebih dari 4.000 pohon di antaranya didatangkan dari kampus Apple pertama. 1.000 pohon lainnya merupakan pohon yang baru.

Untuk bagian taman di dalam Apple Park yang memiliki luas 30 hektar, Apple bakal menanam pohon buah-buahan, seperti aprikot, apel, ceri dan lainnya. 6 hektar lahan hijau, sisanya rencananya bakal ditanami rumput lokal California.

9. Fasilitas-fasilitas Lain di Sekitar

Masih ada beberapa fasilitas yang dibangun Apple di Apple Park, yaitu kantor R&D yang dinamakan Tantau dan area-area parkiran luas yang bisa menampung hingga 14.200 kendaraan. Selain itu, Apple Park bakal dilengkapi dengan pusat pengunjung buat masyarakat biasa melihat kemegahan kampus Apple yang baru, kafe dan Apple Store.

10. Lokasi Apple Park

Apple Park berlokasi di kota Cupertino, California, yang dikenal sebagai rumahnya perusahaan-perusahaan teknologi terkemuka dan startup bermarkas besar. Sejumlah di antaranya adalah Facebook, Google, dan Apple. Lokasi Apple Park sendiri tepatnya berada di 19111 Pruneridge Avenue Cupertino, CA 95014. Jika kamu lihat dalam peta, lokasinya tidak berada jauh dari lokasi kampus Apple pertama yang berada di jalan Infinite Loop. Kedekatan lokasinya dari kampus pertama bisa memudahkan Apple dalam memindahkan properti dan belasan ribu pegawainya.

So, itulah sedikit informasi tentang apple yang 100% telah menggunakan energi terbarukan, semoga bermanfat…..

You might also like