Hunting for Tolerance

Mengenal Artificial Intelligence, Trend Teknologi Pembangun Masa Depan

Sudah sangat jelas dan nyata seperti yang kita lihat saat ini, bahwa masa depan nantinya akan dipenuhi oleh kemajuan teknologi yang mempermudah kehidupan manusia. Dengan adanya kemajuan teknologi, peradaban manusia pun akan berubah dan tidak akan sama seperti pada masa dulu maupun sekarang.

Apa sih teknologi itu sebenarnya? Yaps, teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.

Sebelumnya, pernahkah anda mendengar tentang Google Assistant yang dapat ditemui pada smartphone Pixel, atau Siri pada ekosistem perangkat keras Apple dan Cortana pada sistem operasi Windows ? Jika iya, maka generasi sekarang sudah siap dengan trend teknologi masa depan yang bahkan lebih canggih dari itu. Salah satu teknologi tersebut adalah Artificial Intelligent atau disingkat dengan AI.

Sekarang ini artificial intelligence menjadi semakin luas dan sangat membantu setiap kegiatan manusia mulai dari hal yang sangat sederhana hingga yang paling rumit sekalipun.

Namun baru-baru ini para pakar teknologi mulai memperdebatkan perkembangan AI yang berjalan dengan sangat cepat. Lantas, apa sebenarnya AI itu? Penasaran, bukan?

Disini saya akan memberikan sedikit ulasan mengenai Artificial Intelligent yang merupakan salah satu teknologi yang akan berperan besar dalam kehidupan di masa depan.

Apa Itu Artificial Intelligence?

Istilah “Artificial Intelligence” sebenarnya berasal dari bahasa Inggris. Jika diartikan tiap kata, Artificial artinya buatan, sedangkan Intelligence adalah kata sifat yang berarti cerdas. Jadi Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan) maksudnya adalah alat, benda atau sesuatu yang sengaja dibuat atau sebuah tiruan yang cerdas.

Cerdas disini kemungkinan maksudnya adalah kepandaian atau ketajaman dalam berpikir, seperti halnya otak manusia yang mampu untuk menyelesaikan suatu masalah. Secara awam kecerdasan buatan diterjemahkan sebagai sebuah sistem saraf atau sensor atau juga otak yang diciptakan pada sebuah mesin. Sebenarnya kecerdasan buatan merujuk kepada mesin yang mampu untuk berpikir, menimbang tindakan yang akan diambil dan mampu mengambil keputusan seperti yang dilakukan oleh manusia.

Alan Turing, yang merupakan seorang ahli matematika berkebangsaan Inggris yang dijuluki sebagai bapak komputer modern dan pembongkar sandi Nazi dalam era Perang Dunia II tahun 1950, telah menetapkan definisi dari Artificial Intelligent itu sendiri. Menurutnya, jika komputer tidak dapat dibedakan dengan manusia saat berbincang melalui terminal komputer, maka bisa dikatakan komputer itu cerdas, atau mempunyai intelijensi.

Kecerdasan buatan itu sesuatu yang bisa dibilang secara tidak langsung diciptakan oleh manusia, untuk menggantikan manusia. Jadi bisa jadi kecerdasan buatan itu merupakan suatu ancaman.

Walaupun menyadari bahwa kecerdasan buatan bisa jadi adalah suatu ancaman untuk manusia, tapi manusia masih saja mengembangkan apa yang disebut dengan kecerdasan buatan tersebut. Manusia masih saja mencoba mengembangkan ataupun mendapatkan sesuatu (teknologi) yang baru, yang dapat berpikir seperti manusia.

Hal ini terjadi karena adanya ketidakpuasan dalam diri manusia, manusia ingin mendapatkan sesuatu dengan cara yang lebih mudah. Lagipula memang ada keterbatasan-keterbatasan dalam diri manusia, seperti otak manusia yang hanya mampu berpikir dengan frekuensi kira-kira 100 Hz dan karena manusia mempunyai rasa capai.

Bandingkan dengan komputer sekarang yang mampu mengolah data dengan frekuensi 4 GHz. Komputer juga tidak mempunyai rasa capai walau pun harus mengolah data yang sama berulang-ulang.

Walaupun terasa sangat futuristik dan terlihat berbahaya, karena mesin nantinya akan memiliki kecerdasan dan emosi, para pakar AI menganggap pengembangan disiplin ilmu ini penting, karena bisa diterapkan di Internet nantinya. Misalnya saja, di masa mendatang ketika Anda mengunjungi sebuah situs agen perjalanan, maka di layar komputer akan muncul wajah seorang wanita yang sangat sempurna karena semuanya berupa ciptaan komputer.

Uniknya,  Anda akan mampu bercakap-cakap dengan wanita artifisial ini, seperti layaknya Anda berbicara dengan staff wanita beneran di counter biro perjalanan. Kalau ini tercapai, maka pelayanan dapat diberikan 100% secara online, dengan akurasi yang sangat tinggi. Terutama dari konsistensi, keramahan, kecepatan dan akurasi pelayanan.

Lain halnya kalau kita menggunakan staff manusia asli yang konsistensinya tidak bisa akurat, karena terpengaruh kepada kondisi fisik dan emosi saat itu.

Saat ini sudah banyak teknologi kecerdasan buatan yang dihasilkan dan dipakai oleh manusia. Misalnya saja pada robot Asimo yang bisa menari dan berjalan, atau pada permainan komputer yang dirancang untuk membuat manusia berpikir keras untuk mengalahkannya.

Contoh lain ada di industri otomotif. Adanya teknologi komputer yang mampu mengolah data dengan cepat dipakai untuk memberikan peringatan pada pengemudi mobil untuk menghindari kalau-kalau terjadinya tabrakan.

Walaupun AI memiliki konotasi fiksi ilmiah yang kuat, namun AI membentuk cabang yang sangat penting pada ilmu komputer, yang berhubungan dengan perilaku, pembelajaran dan adaptasi yang cerdas dalam sebuah mesin. Penelitian dalam AI menyangkut pembuatan mesin untuk meng-otomatisasikan tugas-tugas yang membutuhkan perilaku cerdas.

Contohnya termasuk pengendalian, perencanaan dan penjadwalan, kemampuan untuk menjawab diagnosa dan pertanyaan pelanggan, serta pengenalan tulisan tangan, suara dan wajah.

Hal-hal di atas tersebut menjadi ilmu tersendiri, yang memusatkan perhatian pada penyediaan solusi masalah kehidupan yang nyata. Sistem AI sekarang ini sering digunakan dalam bidang ekonomi, obat-obatan, teknik dan militer, seperti yang telah dibangun dalam beberapa aplikasi perangkat lunak komputer rumah dan video game.

‘Kecerdasan buatan’ ini bukan hanya ingin mengerti apa itu sistem kecerdasan, tapi juga mengkonstruksinya.

Awal Mula Kemunculan Kecerdasan Buatan

Pada awal abad 17, René Descartes mengemukakan bahwa tubuh hewan bukanlah apa-apa melainkan hanya mesin-mesin yang rumit. Blaise Pascal menciptakan mesin penghitung digital mekanis pertama pada 1642. Pada 19, Charles Babbage dan Ada Lovelace bekerja pada mesin penghitung mekanis yang dapat diprogram.

Bertrand Russell dan Alfred North Whitehead menerbitkan Principia Mathematica, yang merombak logika formal. Warren McCulloch dan Walter Pitts menerbitkan “Kalkulus Logis Gagasan yang tetap ada dalam Aktivitas ” pada 1943 yang meletakkan fondasi untuk jaringan saraf.

Tahun 1950-an adalah periode usaha aktif dalam AI. Program AI pertama yang bekerja ditulis pada 1951 untuk menjalankan mesin Ferranti Mark I di University of Manchester (UK): sebuah program permainan naskah yang ditulis oleh Christopher Strachey dan program permainan catur yang ditulis oleh Dietrich Prinz. John McCarthy membuat istilah “kecerdasan buatan ” pada konferensi pertama yang disediakan untuk pokok persoalan ini, pada 1956.

Dia juga menemukan bahasa pemrograman Lisp. Alan Turing memperkenalkan “Turing test” sebagai sebuah cara untuk mengoperasionalkan test perilaku cerdas. Joseph Weizenbaum membangun ELIZA, sebuah chatterbot yang menerapkan psikoterapi Rogerian.

Selama tahun 1960-an dan 1970-an, Joel Moses mendemonstrasikan kekuatan pertimbangan simbolis untuk mengintegrasikan masalah di dalam program Macsyma, program berbasis pengetahuan yang sukses pertama kali dalam bidang matematika.

Marvin Minsky dan Seymour Papert menerbitkan Perceptrons, yang mendemostrasikan batas jaringan saraf sederhana dan Alain Colmerauer mengembangkan bahasa komputer Prolog.

Ted Shortliffe mendemonstrasikan kekuatan sistem berbasis aturan untuk representasi pengetahuan dan inferensi dalam diagnosa dan terapi medis yang kadangkala disebut sebagai sistem pakar pertama. Hans Moravec mengembangkan kendaraan terkendali komputer pertama untuk mengatasi jalan berintang yang kusut secara mandiri.

Pada tahun 1980-an, jaringan saraf digunakan secara meluas dengan algoritme perambatan balik, pertama kali diterangkan oleh Paul John Werbos pada 1974. Pada tahun 1982, para ahli fisika seperti Hopfield menggunakan teknik-teknik statistika untuk menganalisis sifat-sifat penyimpanan dan optimasi pada jaringan saraf.

Para ahli psikologi, David Rumelhart dan Geoff Hinton, melanjutkan penelitian mengenai model jaringan saraf pada memori. Pada tahun 1985-an sedikitnya empat kelompok riset menemukan kembali algoritme pembelajaran propagansi balik (Back-Propagation learning).

Algoritme ini berhasil diimplementasikan ke dalam ilmu komputer dan psikologi. Tahun 1990-an ditandai perolehan besar dalam berbagai bidang AI dan demonstrasi berbagai macam aplikasi. Lebih khusus Deep Blue, sebuah komputer permainan catur, mengalahkan Garry Kasparov dalam sebuah pertandingan 6 game yang terkenal pada tahun 1997.

DARPA menyatakan bahwa biaya yang disimpan melalui penerapan metode AI untuk unit penjadwalan dalam Perang Teluk pertama telah mengganti seluruh investasi dalam penelitian AI sejak tahun 1950 pada pemerintah AS.

Tantangan Hebat DARPA, yang dimulai pada 2004 dan berlanjut hingga hari ini, adalah sebuah pacuan untuk hadiah $2 juta dimana kendaraan dikemudikan sendiri tanpa komunikasi dengan manusia, menggunakan GPS, komputer dan susunan sensor yang canggih, melintasi beberapa ratus mil daerah gurun yang menantang.

Perkembangan AI

Sudah dipastikan bahwa sebuah penemuan pasti memiliki sejarah pengembangan, tidak terkecuali Artificial Intelligence. AI atau kecerdasan buatan ini mulai terbentuk pada tahun 1950-an dimana pada tahun tersebut komputer elektronik pertama yang menjadi pendorong terciptanya kecerdasan buatan atau AI.

Pada tahun yang sama program komputer sudah mulai diciptakan dan program tersebut merupakan cikal bakal dari terbentuknya kecerdasan buatan atau AI tersebut.

Pada tahun 1951 Jhon McCharty membuat sebuah permainan catur antara manusia melawan komputer. Program permainan tersebutlah yang mengawali terciptanya kecerdasan buatan atau AI, sehingga Jhon McCharty disebut sebagai bapak artificial intelligence. Berkat penemuannya tersebut, AI sekarang mulai dikembangkan dan diterapkan untuk mempermudah pekerjaan manusia.

Saat ini AI atau artificial intelligence sudah banyak yang mengembangkan dan menerapkannya dalam beberapa bidang pekerjaan, mulai dari bidang ekonomi, pendidikan, keamanan, pengadilan, transportasi, militer dan lainnya.

Dengan adanya perkembangan tersebut, AI diyakini akan dapat membantu mempermudah pekerjaan manusia. Artificial Intelligence atau AI ini juga diyakini akan dapat menghilangkan kemiskinan, penyakit dan juga perang. Jika AI umum sudah tercipta, penemuan tersebut diyakini akan menjadi penemuan terbesar sepanjang masa dalam peradaban manusia.

Pembagian Jenis Artificial Intelligence

Di zaman moderen seperti sekarang ini, ada banyak sekali AI atau kecerdasan buatan yang telah diciptakan untuk membantu pekerjaan dan kehidupan manusia.

Dan seperti yang diketahui, AI yang sangat beragam wujudnya ini dapat dikategorikan dalam beberapa jenis, tetapi disini kita akan memberikan dua dari contoh jenisnya, yaitu:

1. Yang pertama, yaitu sistem AI sebagai AI lemah atau AI yang kuat. AI lemah, juga dikenal sebagai AI sempit, merupakan sistem AI yang dirancang dan dilatih untuk tugas tertentu. Asisten pribadi virtual, seperti Apple’s Siri, merupakan contoh bentuk AI lemah.

AI yang kuat, merupakan sistem AI dengan kemampuan kognitif manusia umum sehingga ketika disajikan dengan tugas yang tidak biasa, ia memiliki cukup kecerdasan untuk menemukan solusinya. Tes Turing, yang dikembangkan oleh matematikawan Alan Turing pada tahun 1950, adalah metode yang digunakan untuk menentukan apakah komputer benar-benar dapat berpikir seperti manusia, walaupun metode ini kontroversial.

2. Yang kedua yaitu dari Arend Hintze, Asisten Profesor biologi integratif serta ilmu komputer dan teknik di Michigan State University. Dia mengkategorikan AI menjadi empat jenis, mulai dari jenis sistem AI yang ada saat ini hingga sistem jiwa, yang belum ada. Kategori-kategorinya adalah sebagai berikut:

  • Type 1: Reactive machines. Contohnya adalah Deep Blue, program catur IBM yang mengalahkan Garry Kasparov di tahun 1990an. Deep Blue dapat mengidentifikasi potongan pada papan catur dan membuat prediksi, namun tidak memiliki ingatan dan tidak dapat menggunakan pengalaman masa lalu untuk menginformasikan yang akan datang. Ini menganalisis kemungkinan pergerakan lawan-lawannya dan memilih langkah yang paling strategis. Deep Blue dan Google AlphaGO dirancang untuk tujuan yang sempit dan tidak mudah diterapkan pada situasi lain.
  • Type 2: Limited memory. Sistem AI ini dapat menggunakan pengalaman masa lalu untuk menginformasikan keputusan di masa depan. Beberapa fungsi pengambilan keputusan dalam kendaraan otonom telah dirancang dengan cara ini. Pengamatan digunakan untuk menginformasikan tindakan yang terjadi di masa depan yang tidak begitu jauh, seperti mobil yang telah berubah jalur. Pengamatan ini tidak disimpan secara permanen.
  • Type 3: Theory of mind. Ini merupakan istilah psikologi. Ini mengacu pada pemahaman bahwa orang lain memiliki keyakinan, keinginan dan niat mereka sendiri yang mempengaruhi keputusan yang mereka buat. Dan AI jenis ini belum ada.
  • Type 4: Self-awareness. Mesin yang memperluas teori pikiran, sadar diri dan memahami konsep diri dalam hubungan dengan orang lain. Hintze menjelaskannya sebagai perbedaan antara “menginginkan sesuatu dan mengetahui bahwa Anda menginginkan sesuatu.” Entah sadar menyadari diri dan keadaan batin mereka tentang perasaan atau perasaan, dan dengan demikian, dapat memprediksi emosi orang lain. Kami belum memiliki mesin, komputer, atau robot semacam ini.

Manfaat Yang Bisa Diberikan

Segala sesuatu yang diciptakan di dunia ini tentu memiliki tujuan. Begitu pula dengan penciptaan berbagai kecerdasan buatan yang bisa anda temukan di sekitar anda saat ini. Tujuan dari penciptaan teknologi ini tentu saja tidak terlepas dari manfaat yang bisa didapatkan atau dirasakan oleh sang penciptanya dam juga untuk manusia yang ada di dunia ini.

Adapun beberapa manfaat yang bisa diberikan oleh kecerdasan buatan tersebut, antara lain:

  1. Memberikan penyederhanaan solusi untuk kasus-kasus yang kompleks dan berulang-ulang.
  2. Masyarakat awam non-pakar dapat memanfaatkan keahlian di dalam bidang tertentu tanpa kehadiran langsung seorang pakar.
  3. Meningkatkan produktivitas kerja, yaitu bertambah efisiensi pekerjaan tertentu serta hasil solusi kerja.
  4. Penghematan waktu dalam menyelesaikan masalah yang kompleks.
  5. Memungkinkan penggabungan berbagai bidang pengetahuan dari berbagai pakar untuk dikombinasikan.
  6. Pengetahuan dari seorang pakar dapat didokumentasikan tanpa ada batas waktu.

Dampak Negatif Dari Penggunaan AI

Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) saat ini sudah mulai banyak digunakan dalam berbagai aplikasi digital. Penggunaannya tersebut tidak terlepas dari dampak yang bisa diberikannya.

Tidak bisa dipungkiri memang kalau AI memiliki peranan yang sangat penting, baik dan bermanfaat untuk manusia. Namun apakah penggunaan AI ini tidak memiliki dampak buruk? Jelas saja punya. Lantas, apa saja dampak buruknya? Mari kita lihat efek yang bisa ditimbulkan dari AI itu sendiri di bawah ini:

  • Sempitnya lapangan kerja.
  • Mentalitas teknologi, hal ini tercermin pada kepercayaan yang berlebihan pada alat (teknosentris), seolah-olah segala sesuatu dapat dipecahkan oleh teknologi dan sesuatu akan lebih meyakinkan kalau dilakukan dengan peralatan dan disertai angka-angka.
  • Krisis teknologi, berbagai krisis yang melanda dunia abad ini terutama disebabkan oleh perkembangan teknologi yang terlalu cepat, sehingga proses adaptasi dan integrasi tidak perlu dilakukan, akibatnya terhadap individu ialah technostress, penyakit urban serta penyakit peradaban.
  • Habisnya sumber daya.
  • Timbulnya cuaca extrim diakibatkan industri mesin merajalela.
  • Pencemaran lingkungan.
  • Lingkungan informasi juga akan menimbulkan problem karena pertumbuhannya yang sangat cepat, melampui daya serap dan daya olah manusia.

Untuk kedepannya nanti, seharusnya Artificial Intelligence lebih dapat mendeteksi mana hal yang baik dan mana hal yang buruk, sehingga teknologi dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Sehingga tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang melek teknologi namun merem akhlak.

Contoh Teknologi AI Yang Ada Saat Ini

Ada beberapa contoh dari teknologi AI yang sudah banyak digunakan oleh masyarakat dunia saat ini. Bahkan mungkin salah satu diantaranya sudah anda rasakan atau pernah anda lihat.

Bisakah anda menyebutkan salah satu contohnya? Untuk anda yang mungkin terbilang baru mendengar istilah ini, tidak perlu khawatir, karena kami akan memberikan beberapa contoh AI tersebut.

Adapun contoh teknologi kecerdasan buatan yang dimaksud diatas, yaitu:

  1. Otomasi adalah proses pembuatan suatu sistem atau fungsi proses secara otomatis. Robotic process automation, misalnya, dapat diprogram untuk melakukan tugas bervolume tinggi dan berulang yang biasanya dilakukan oleh manusia. RPA berbeda dengan otomasi TI karena bisa beradaptasi dengan keadaan yang berubah.
  2. Machine Learning adalah ilmu mendapatkan komputer untuk bertindak tanpa pemrograman. Deep learning adalah bagian dari pembelajaran mesin yang, dalam istilah yang sangat sederhana, dapat dianggap sebagai otomasi analisis prediktif. Ada tiga jenis algoritma pembelajaran mesin: pembelajaran diawasi, di mana kumpulan data diberi label sehingga pola dapat dideteksi dan digunakan untuk memberi label kumpulan data baru; pembelajaran tanpa pengawasan, dimana kumpulan data tidak diberi label dan diurutkan berdasarkan persamaan atau perbedaan; dan pembelajaran penguatan, di mana kumpulan data tidak diberi label namun, setelah melakukan tindakan atau beberapa tindakan, sistem AI diberi umpan balik.
  3. Machine Vision adalah ilmu membuat komputer melihat. Penglihatan mesin menangkap dan menganalisis informasi visual menggunakan kamera, konversi analog-ke-digital dan pemrosesan sinyal digital. Hal ini sering dibandingkan dengan penglihatan manusia, namun penglihatan mesin tidak terikat oleh biologi dan dapat diprogram untuk melihat melalui dinding, misalnya. Ini digunakan dalam berbagai aplikasi dari identifikasi tanda tangan hingga analisis citra medis. Penglihatan komputer, yang difokuskan pada pengolahan citra berbasis mesin, sering dikelompokkan dengan penglihatan mesin.
  4. Natural language processing (NLP) adalah pengolahan bahasa manusia dan bukan bahasa komputer oleh program komputer. Ini mempelajari bagaimana bahasa alami itu diolah sedemikian hingga user dapat berkomunikasi dengan komputer. Konsentrasi ilmu ini adalah interaksi antara komputer dengan bahasa natural yang digunakan manusia, yakni bagaimana komputer melakukan ekstraksi informasi dari input yang berupa natural language dan atau menghasilkan output yang juga berupa natural language, misalnya pada system Automated online assistant dan deteksi email spam yang cerdas.
  5. Pattern Recognition adalah cabang pembelajaran mesin yang berfokus pada identifikasi pola dalam data. Istilahnya, hari ini, tanggal.
  6. Robotics adalah bidang teknik yang berfokus pada desain dan pembuatan robot. Robot sering digunakan untuk melakukan tugas yang sulit dilakukan manusia atau tampil secara konsisten. Mereka digunakan di jalur perakitan untuk produksi mobil atau digunakan oleh NASA untuk memindahkan benda-benda besar di luar angkasa. Baru-baru ini, periset menggunakan pembelajaran mesin untuk membangun robot yang bisa berinteraksi dalam setting sosial.

Penerapan AI Zaman Sekarang dan Masa Depan

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, AI atu kecerdasan buatan sudah banyak diterapkan untuk membantu atau mempermudah kehidupan manusia, seperti assistant yang ada di smartphone (siri, google assistant, alexa, bixby dan lain-lain) selain itu banyak juga penerapan AI pada bidang lainnya.

Selain itu, ada juga di berbagai bidang dengan adanya atau diciptakannya robot yang memiliki kecerdasan buatan yang dapat memudahkan pekerjaan manusia, seperti membersihkan rumah, melayani pelanggan bahkan melakukan tugas yang berat.

Well, pada masa yang akan mendatang, penerapan AI atau artificial intelligence diyakini akan ada di dalam segala bidang pekerjaan dan kecerdasan buatan yang ditanamkan dalam sebuah mesin, robot atau komputer sehingga mempermudah pekerjaan manusia dan memberantas kemiskinan, penyakit dan perang di masa mendatang.

Yahhh, demikian sedikit pembahasan kita tentang Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan yang merupakan teknologi yang akan membangun peradaban manusia di masa mendatang. Semoga bermanfaat…

You might also like